"Semoga sukses di Piala Dunia, cintaku. Saya sangat bangga kepadamu dan semua kerja kerasmu hingga bisa berada di sini. Nikmati setiap momen dan tunjukkan kepada dunia kemampuanmu. Apa pun yang terjadi, saya akan selalu menjadi pendukung terbesarmu. Semoga sukses, penuh percaya diri, dan menjalani turnamen yang tak terlupakan. Saya mencintaimu dan tidak sabar mendukungmu."
Adams merupakan salah satu talenta muda terbaik Afrika Selatan. Setelah berkembang bersama Stellenbosch, dia bergabung dengan Mamelodi Sundowns pada musim panas tahun lalu.
Dia menjalani debut bersama Timnas Afrika Selatan pada 2024 dan perlahan menjadi pemain inti. Penampilannya bersama klub juga mengantarkannya masuk skuad Piala Dunia 2026 setelah mencatat tiga kontribusi gol dalam 37 pertandingan di semua kompetisi.
Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Adams.
"Dengan rasa sangat terkejut dan hati yang berat, saya menerima kabar meninggalnya Jayden Adams. Sepak bola Afrika Selatan kehilangan salah satu talenta muda terbaiknya, dan bangsa ini berduka bersama keluarganya, rekan-rekan setimnya, serta jutaan pendukung yang menyaksikan perkembangannya dari pemain akademi hingga menjadi pemain penuh Timnas Afrika Selatan."
McKenzie juga meminta publik tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian Adams.
"Penyebab meninggalnya Jayden belum dapat dipastikan. Saya mengimbau media dan masyarakat untuk menahan diri, menunjukkan empati, serta tidak berspekulasi, agar keluarga dan Mamelodi Sundowns memiliki ruang dan privasi di masa yang sangat sulit ini. Informasi resmi akan disampaikan oleh pihak yang berwenang pada waktunya."