Sayangnya, meskipun upaya keras dari Idzes dan rekan-rekannya, Australia unggul 3-0 di babak pertama dan menambah keunggulan menjadi 5-1 di babak kedua. Dalam laga ini, Idzes menghadapi tantangan berat saat mencoba mengatasi serangan cepat dan terorganisir dari tim tuan rumah.
Meskipun hasilnya mengecewakan, Jay Idzes tetap optimis tentang perkembangan tim. Ia percaya bahwa Timnas Indonesia telah menunjukkan peningkatan kualitas dalam setahun terakhir dan yakin bahwa mereka bisa bersaing dengan tim-tim besar seperti Australia.
Dengan nilai pasar sebesar 3 juta euro, Jay Idzes kini menjadi pemain termahal dalam sejarah Timnas Indonesia. Ia berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Mees Hilgers, bek FC Twente asal Indonesia-Belanda. Status ini tidak hanya membanggakan bagi Jay Idzes secara pribadi tetapi juga bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Keberadaan pemain seperti Jay Idzes menunjukkan bahwa talenta sepak bola Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia. Hal ini juga membuka peluang bagi lebih banyak pemain Indonesia untuk tampil di panggung internasional.
Jay Idzes diprediksi akan terus bersinar baik di level klub maupun internasional. Dengan kontrak bersama Venezia FC yang masih berlaku hingga 2027, masa depannya terlihat cerah. Namun, jika salah satu dari tiga klub besar Eropa benar-benar merekrutnya, langkah tersebut akan menjadi lompatan besar dalam kariernya.
Di sisi lain, peran Idzes bersama Timnas Indonesia juga sangat penting. Ia menjadi salah satu pilar utama dalam skuad Garuda untuk menghadapi tantangan di kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang. Kehadirannya memberikan harapan besar bagi Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di ajang internasional.
Jay Idzes pemain termahal Timnas Indonesia dilirik 3 klub dunia. Dengan performa yang terus meningkat dan nilai pasar yang mencapai 3 juta euro, Idzes tidak hanya menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia, tetapi juga harapan bagi masa depan tim nasional.