Di antara dua gol Ronaldo, Portugal juga mencetak gol kedua lewat skema tendangan bebas. Ronaldo berperan sebagai pengalih perhatian, membuka ruang bagi Nuno Mendes untuk melepaskan eksekusi brilian.
Portugal menambah gol keempat pada babak kedua melalui gol bunuh diri pemain Uzbekistan. Dominasi Selecao das Quinas ditutup oleh Rafael Leao yang mencetak gol kelima pada menit ke-87.
Uzbekistan sempat mengira mereka mencetak gol balasan lewat tembakan jarak jauh Azizjon Ganiev. Namun wasit menganulir gol tersebut akibat pelanggaran lebih dulu. Situasi ini membuat langkah debutan Piala Dunia tersebut berada dalam posisi genting.
Usai laga, Ronaldo menegaskan fokus utamanya tetap kolektif tim.
“Saya sangat senang. Namun bagi saya, hal terpenting adalah kerja kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan. Tim tampil sangat baik dan berkembang pesat. Seperti pepatah bilang, selalu ada hikmah di balik kesulitan. Soal rekor, tentu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu membantu tim nasional mencapai targetnya,” kata Ronaldo.
Pelatih Portugal Roberto Martinez juga puas dengan respons anak asuhnya.
“Inilah jawaban kami dari ruang ganti. Terkadang Anda butuh laga seperti pertandingan pertama untuk tumbuh di turnamen. Hari ini kami melihat tim dengan sikap dan komitmen yang sama, tetapi dengan kedewasaan lebih besar. Saya sangat senang dengan hasil ini,” ujarnya.