Dia juga menekankan mental menjadi fondasi utama dalam turnamen besar. Tanpa keberanian, sulit bersaing.
"Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang," katanya.
Secara historis, pencapaian terbaik Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia terjadi pada 1990 dengan finis di peringkat keempat. Generasi saat ini diharapkan mampu tampil kompetitif.
Timnas Indonesia U-17 juga memasuki masa transisi pelatih kepala. Kurniawan Dwi Yulianto akan menangani tim setelah Nova Arianto naik kelas melatih U-20.
Simon berharap dukungan publik menjadi energi tambahan bagi Garuda Muda. Kepercayaan dan kesabaran dinilai penting agar Timnas Indonesia U-17 berkembang maksimal di Piala Asia U-17 2026.