“Itu kesalahan saya karena saya yang meminta hal-hal tertentu kepada kiper. Kadang saya menempatkan Yann dalam situasi sulit,” ujar Chivu.
Pisa kemudian menambah gol dari situasi bola mati. Setelah itu, Inter menunjukkan respons berbeda. Chivu menilai sikap pemain menjadi faktor utama kebangkitan tim.
“Setelah itu, kami menunjukkan kebanggaan dan terus menekan dengan kualitas dan intensitas, lalu membalikkan keadaan,” ucap Chivu.
“Sikap adalah hal terpenting. Kadang kamu menderita, tetapi yang menentukan adalah cara bereaksi. Menurut saya kami tampil sangat baik,” lanjut dia.
Chivu mengakui Inter sempat berada di ambang runtuh. Namun, tim tetap menjalankan rencana permainan. “Kami bisa saja kolaps, tetapi tim terus melakukan hal-hal mereka. Satu-satunya penyesalan adalah kami tidak membuat skor 4-2 lebih cepat, baru terjadi di akhir,” tutur Chivu.