Pada 2011, Ronaldinho memutuskan kembali ke Brasil dan membela klub Flamengo. Namun, di balik itu, Ronaldinho ingin memastikan masih punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya di luar lapangan.
Alhasil, Ronaldinho meminta Flamengo untuk mengizinkannya ke kelab malam sebanyak dua kali dalam seminggu. Namun, permintaan itu ia balas tuntas dengan mencetak 19 gol dari 44 penampilan.
Eto'o adalah salah satu striker paling mematikan di sepakbola Eropa pada 2000-an. Hal itu membuat keinginan besar bagi Anzhi Makhachkala untuk mengontraknya pada 2011.
Namun, ada satu masalah kecil yang harus Eto'o selesaikan, yaitu tidak ingin tinggal di Dagestan, Rusia, tempat tim berada. Akibatnya, dia memberitahu klub bahwa dia menginginkan sebuah jet pribadi agar bisa terbang ke Moskow, Rusia, karena ingin tinggal di sana.
Artinya, Eto'o harus terbang sejauh 1.200 mil hanya untuk berlatih dengan rekan satu timnya. Uniknya, Anzhi Makhachkala menyetujui permintaannya, dan mempertahankan Eto'o selama dua tahun.