Tim Asia yang berhak lolos kala itu sebenarnya adalah Korea Selatan dan Irak. Mereka adalah juara dan runner up Piala Asia Junior 1978.
Namun, Irak mengundurkan diri sehingga ditunjuklah Korea Utara sebagai pengganti. Tetapi Korea juga menolak untuk tampil sehingga Indonesia yang sejatinya gugur di perempat final Piala Asia Junior 1978 ditunjuk untuk menggantikan.
Hasil undian Piala Dunia U-20 1979 kemudian menempatkan Indonesia bersama tiga tim kuat yakni Argentina, Polandia, dan Yugoslavia di Grup B. Hingga tiba saatnya pada 29 Agustus 1979, Indonesia harus menghadapi tim muda Argentina di Stadion Omiya, Tokyo.
Kebintangan Diego Maradona saat itu sudah mendunia. Ia sudah menjadi momok untuk tim-tim yang berhadapan dengan Argentina, termasuk Indonesia.
Benar saja, Timnas Indonesia U-20 yang kala itu dilatih oleh Sutjipto Suntoro dibuat tak berkutik oleh Argentina. Diego Maradona dan kawan-kawan sukses mengobrak-abrik pertahanan Indonesia.