Erick menyambut positif kehadiran FIFA ASEAN Cup. Menurut dia, ajang tersebut dapat menjadi sarana peningkatan kualitas permainan tim-tim Asia Tenggara melalui kompetisi resmi dengan standar FIFA.
“Ini sebagai momen bagi FIFA meningkatkan performa negara-negara Asia. Seperti yang kita ketahui negara Asia bergejolak semua dan kualitasnya masih kalah dengan Eropa dan Afrika,” kata Erick.
“Jadi, mengapa FIFA ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi di Asia Tenggara dan Asia,” sambungnya.
Terkait peluang Indonesia menjadi tuan rumah, Erick mengaku masih menunggu mekanisme resmi penunjukan host. Hingga saat ini, PSSI terus melakukan pendekatan agar Indonesia mendapat kepercayaan.
“Jadi, kami sabar, kami masih berjuang untuk meyakinkan (FIFA),” katanya.
FIFA ASEAN Cup 2026 diproyeksikan menjadi panggung penting bagi negara-negara ASEAN untuk unjuk kualitas di level internasional. Dengan jaminan pendanaan dari FIFA, persaingan menjadi tuan rumah dipastikan semakin ketat.