“Dia membantu saya untuk memahami ada momen berbeda sepanjang pertandingan, baik saat menyerang atau bertahan. Dia telah membantu saya memahami permainan lebih baik dan apa yang dibutuhkan permainan di setiap momen. Dia manajer yang luar biasa,” ujarnya.
Guardiola sebelumnya pernah juara Liga Champions saat masih berstatus pemain yakni pada edisi 1992. Saat itu nama kompetisi tersebut masih European Cup.
Kemudian bos berkepala plontos itu juga merasakan titel juara Liga Champions saat menjadi pelatih Barcelona. Tak tanggung-tanggung, dia berhasil menyabet dua trofi yakni pada 2009 dan 2011.
“Pep peta kami. Dia memenangkan kompetisi beberapa kali, baik sebagai pemain maupun sebagai manajer,” ucapnya.