Sebagian pendukung lain mengaitkan keputusan wasit dengan status Messi. “Jujur saja, jika pemain lain melakukan pelanggaran itu, dia pasti diusir. Satu-satunya alasan Messi tetap di lapangan karena dia Messi. Itu kartu merah mutlak,” tulis komentar lain.
Analis ESPN, Ale Moreno, ikut menilai pelanggaran tersebut layak berujung kartu merah. “Itu 100 persen kartu merah,” kata Moreno.
“Situasi ini sejalan dengan narasi pemain hebat sering mendapat perlakuan istimewa.”
Meski kontroversi memanas, sorotan cepat beralih ke performa Messi di sisi lain lapangan. Pemain berusia 38 tahun tersebut mencetak tiga gol dan memastikan kemenangan nyaman Argentina pada laga pembuka.
Hattrick itu juga mengantar Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra. Catatan tersebut menambah daftar panjang pencapaian Messi di turnamen paling prestisius.
Pada akhirnya, perdebatan kartu tetap bergema, namun papan skor dan buku rekor menjadi penutup malam di Kansas City, dengan Messi kembali menegaskan pengaruhnya bagi Argentina.