Pada babak kedua, Zebrette -julukan Udinese- bermain lebih berani untuk menyerang dari berbagai sisi. Berbeda dengan babak pertama, kini pasukan Andrea Sottil itu lebih rapih ketika membangun serangan.
Tak hanya itu, mereka juga cukup berani untuk melepaskan tembakan spekulatif yang mengancam gawang AS Roma kawalan Rui Patricio. Hasilnya manis, Lazar Samardzic (56’) sukses menjebol gawang Patricio lewat tembakan kerasnya.
Samardzic melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk mengelabui penjaga gawang asal Portugal itu, Udinese menjauh 2-0. Selepas gol tersebut, AS Roma menambah beberapa daya gedor baru di lini serang.
Sayangnya, bukannya mencetak gol, I Giallorossi justru kembali kebobolan. Kali ini, Roberto Pereyra (75’) berhasil melepaskan tembakan melengkung untuk memperdaya Patricio, Udinese trengginas 3-0.
Tujuh menit kemudian, Zebrette kembali membuat Dacia Arena bergetar. Udinese berhasil membuat AS Roma tertunduk usai tembakan Sandi Lovric (82’) bersarang sempurna di gawang Rui Patricio.