Memasuki babak kedua, Bhayangkara Presisi Lampung FC memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan terus dilakukan untuk membongkar pertahanan Singo Edan.
Arema FC mencoba bertahan lebih rapat sambil mengandalkan peluang serangan balik. Akan tetapi tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang mereka semakin kesulitan menjaga stabilitas permainan.
Masalah bagi Arema FC bertambah pada menit ke-70. Dalberto menerima kartu merah langsung sehingga tim tersebut harus bermain dengan sembilan pemain hingga akhir pertandingan.
Keunggulan jumlah pemain akhirnya dimaksimalkan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Privat Mbarga mencetak gol penyeimbang pada menit ke-76 setelah memanfaatkan situasi di depan gawang Arema FC.