Hingga turun minum, tidak ada gol yang tercipta. Persebaya gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola, sedangkan Persis Solo belum mampu memberi ancaman serius lewat serangan balik.
Memasuki babak kedua, Persis Solo mencoba tampil lebih ofensif. Tim tuan rumah mulai berani menekan sejak menit awal untuk memecah kebuntuan.
Namun usaha Persis kembali mentok di lini tengah. Persebaya mampu memutus aliran bola dan membuat serangan Laskar Sambernyawa sulit berkembang.
Melihat situasi pertandingan, pelatih Bernardo Tavares melakukan perubahan dengan memasukkan Bruno Paraiba menggantikan Mihailo Perovic pada pertengahan babak kedua.
Masuknya Bruno Paraiba diharapkan bisa menjaga keseimbangan permainan Persebaya sekaligus menambah variasi serangan. Akan tetapi, perubahan tersebut belum mampu menghasilkan gol.