Keunggulan tersebut membuat PSIM semakin percaya diri. Hanya berselang dua menit, Franco Ramos menggandakan skor pada menit ke-58 dan membuat Madura United semakin tertekan.
Petaka belum berhenti bagi tuan rumah. Fahreza Sudin kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63, sekaligus membawa PSIM unggul telak 3-0.
Tertinggal tiga gol, Madura United mencoba bangkit dan mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Namun disiplin lini belakang PSIM membuat setiap upaya tuan rumah mudah dipatahkan.
PSIM mampu menjaga konsistensi permainan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan 3-0 memastikan Laskar Mataram membawa pulang tiga poin penting dari Pamekasan.
Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi Madura United, terutama terkait disiplin pemain dan stabilitas permainan setelah kehilangan satu pemain. Di sisi lain, PSIM menunjukkan efektivitas tinggi saat unggul jumlah pemain.