Aljazair merespons dengan agresif. Rafik Belghali melepaskan tembakan yang masih melebar, lalu Fares Chaibi menghantam tiang lewat sepakan keras dari tepi kotak penalti. Tekanan Aljazair akhirnya membuahkan gol jelang turun minum lewat aksi brilian Belghali.
Belghali menerima bola di sisi kanan luar kotak penalti, bergerak masuk ke area berbahaya, melewati dua pemain Austria, lalu menghantam bola ke atap gawang. Gol itu menjadi salah satu gol terbaik turnamen sejauh ini dan membawa Aljazair menyamakan skor 1-1.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, melakukan tiga pergantian pemain sebelum babak kedua dimulai. Namun, gol kedua Austria justru lahir dari kombinasi dua pemain starter. Konrad Laimer menusuk dari sisi kanan, lalu mengirim umpan tarik sempurna ke tepi kotak penalti. Marcel Sabitzer menyambut bola dengan sepakan keras untuk membawa Austria unggul 2-1.
Aljazair kembali bangkit dengan cepat. Houssem Aouar menunjukkan kemampuan individu saat menggiring bola ke kotak penalti, lalu mengirim umpan kepada Riyad Mahrez yang berdiri bebas di tiang jauh. Mahrez menyelesaikannya menjadi gol untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Setelah skor kembali imbang, kedua tim terlihat mulai menurunkan tempo. Austria dan Aljazair seperti sama-sama nyaman menjaga hasil karena posisi mereka menuju fase gugur tetap aman. Namun, drama besar justru muncul pada masa injury time.
Mahrez mencetak gol kedua dia pada menit ke-93 melalui tembakan rendah yang melewati Alexander Schlager. Gol itu sempat membuat Aljazair berada di ambang kemenangan. Namun, Austria selamat lewat aksi Sasa Kalajdzic yang menanduk bola pada sentuhan terakhir pertandingan dan membuat skor berakhir 3-3.
Hasil imbang ini mungkin tidak mengejutkan karena kedua tim memang hanya membutuhkan satu poin. Namun, cara Austria dan Aljazair mendapatkan tiket 32 besar membuat laga ini menjadi salah satu duel paling dramatis di fase grup. Austria selanjutnya menghadapi Spanyol di Los Angeles, sedangkan Aljazair bertolak ke Vancouver untuk menantang Swiss.