Menjelang akhir babak pertama, RD Kongo tampil lebih rapat dan disiplin. Banyak tembakan Kolombia terblok sebelum mencapai gawang. Skuad Leopards bahkan sempat membawa bola masuk ke kotak penalti Los Cafeteros, meski belum menghasilkan peluang bersih.
Memasuki babak kedua, Kolombia meningkatkan intensitas. Peluang emas hadir di menit ke-50 lewat Diaz, tetapi Mpasi kembali menjadi penghalang. Rebound yang coba disambar Arias juga melenceng dari target.
RD Kongo sesekali mencuri kesempatan. Intersep di lini tengah mampu meredam dominasi Kolombia, bahkan Yoane Wissa hampir membuka skor pada menit ke-74.
Kebuntuan akhirnya pecah dua menit berselang. Munoz menuntaskan umpan Juan Quintero. Sepakan Munoz mengenai pemain belakang RD Kongo dan berbelok ke tiang dekat, membawa Kolombia unggul 1-0.
Drama belum berhenti. Diaz sempat mencetak gol pada menit ke-79, namun dianulir karena dinilai menjatuhkan lawan sebelum mengeksekusi peluang. Semenit kemudian, Diaz kembali menjebol gawang RD Kongo, lagi-lagi gol tidak disahkan akibat offside.
Pada 10 menit terakhir, RD Kongo bermain lebih agresif. Peluang muncul lewat Joris Kayembe, Nathanael Mbuku, dan Chancel Mbemba, namun skor tidak berubah.
Peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan. Kolombia mengamankan kemenangan kedua di fase grup dan memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026 lebih awal.