Tertinggal dua gol membuat PSS Sleman bermain lebih agresif. Super Elang Jawa terus mencoba membongkar pertahanan Garudayaksa, tetapi berbagai peluang gagal dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, tekanan PSS akhirnya membuahkan hasil. Gustavo Tocantins sukses memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59 setelah menjebol gawang Yoewanto Beny.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri PSS meningkat drastis. Tim asuhan Ansyari Lubis mulai mendominasi permainan dan terus mengurung pertahanan Garudayaksa sepanjang babak kedua.
Drama besar terjadi pada masa injury time. Gustavo Tocantins kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Pada babak tambahan waktu, kedua tim tetap tampil menyerang dengan intensitas tinggi. PSS dan Garudayaksa saling bergantian menciptakan peluang berbahaya.