Selain skenario perang saudara, ada juga Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang menantang pasangan dari Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, membuka kesempatan debut solid mereka di laga internasional.
Sedangkan pada sektor ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan melawan duet Australia Gronya Sommerville/Angela Yu, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi bertemu pasangan asal AS, Lauren Lam/Allison Lee.
Di nomor ganda campuran, Indonesia menurunkan tiga pasangan ganda campuran kompetitif. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menantang wakil China Cheng Xing/Zhang Chi, sementara Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja akan duel melawan nama Taiwan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang. Duet terakhir, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, akan bersua pasangan China Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.
Dengan 13 wakil mengisi lima sektor, Indonesia memperlihatkan ambisi besar di turnamen sekelas Thailand atau Denmark Open. Poin ranking dan momentum menuju Olimpiade makin krusial, menjadikan Japan Open sebagai tolok ukur performa pemain nasional.
Melihat kompetisi babak 32 besar, sektor ganda putra dan tunggal putra jadi ujian pertama. ‘Perang saudara’ mempengaruhi mental dan strategi internal tim. Sedangkan tunggal putri, peluang comeback Gregoria dan Putri memberi gairah baru.