Keunggulan tersebut membuat Milan sepenuhnya mengontrol pertandingan. Sepuluh menit sebelum turun minum, Nkunku dilanggar Ravaglia di kotak penalti. Setelah tinjauan VAR cukup panjang, wasit menunjuk titik putih. Nkunku maju sebagai eksekutor dan sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-39.
Harapan Bologna bangkit selepas jeda langsung runtuh. Kesalahan fatal terjadi tak lama setelah babak kedua dimulai. Lemparan ke dalam Juan Miranda justru mengarah ke Rabiot. Gelandang asal Prancis itu menyundul bola, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang untuk mencetak gol ketiga Milan pada menit ke-48, sekaligus menambah catatan assist miliknya di laga ini.
Pelatih Milan Massimiliano Allegri memanfaatkan keunggulan tiga gol untuk merotasi pemain. Sejumlah pilar inti ditarik keluar demi menjaga kebugaran menghadapi jadwal padat ke depan.
Bologna kesulitan memberi perlawanan berarti hingga laga berakhir. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun di Serie A dan semakin menjauhkan mereka dari persaingan zona kompetisi Eropa. Posisi Bologna di klasemen terus melorot dan situasi ini jelas mengkhawatirkan bagi Vincenzo Italiano.
Bagi Milan, kemenangan di Renato Dall’Ara menegaskan dominasi mereka. Rossoneri kini hanya sekali kalah dalam 20 lawatan terakhir ke markas Bologna, dengan catatan 14 kemenangan dan lima hasil imbang. Modal ini membuat perburuan Scudetto kian panas.