Selain itu, Flick merasa memiliki hubungan spesial dengan para pendukung Barcelona. Menurut dia, atmosfer positif dari fans menjadi energi tambahan untuk menghadapi musim berikutnya.
“Kami memiliki atmosfer yang luar biasa,” kata Flick.
“Kami akan memberikan segalanya musim depan untuk mewujudkan mimpi yang kami miliki,” tuturnya.
Kesuksesan Flick bersama Barcelona memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam dua musim, dia mampu mempersembahkan lima trofi dari total delapan kompetisi yang diikuti.
Barcelona sukses meraih dua gelar Liga Spanyol, dua Piala Super Spanyol, dan satu Copa del Rey di bawah kendali Flick. Gelar liga musim terbaru bahkan dipastikan setelah Blaugrana menaklukkan Real Madrid dalam laga El Clasico yang disebut masuk buku sejarah klub.
Tidak hanya menghadirkan trofi, Flick juga mendapat pujian karena berani mengorbitkan pemain muda jebolan La Masia. Total 13 pemain akademi menjalani debut di tim utama selama ditangani pelatih asal Jerman tersebut.
Perpaduan pemain muda dan senior menjadi salah satu kekuatan utama Barcelona era Flick. Dengan gaya bermain menyerang khas Blaugrana, dia berhasil membangun tim kompetitif yang mampu bersaing di level domestik maupun Eropa.
Dalam waktu singkat, Flick sudah mencatatkan namanya dalam sejarah Barcelona melalui deretan gelar, rekor, dan proyek regenerasi pemain muda. Kini, Barcelona memilih menjaga momentum itu dengan mengikat sang pelatih hingga 2028.