Secara keseluruhan, Norwegia layak menang. Tim Skandinavia lebih dulu unggul lewat gol Antonio Nusa pada babak pertama. Pelatih Stale Solbakken hanya mempertahankan Patrick Berg dari laga sebelumnya melawan Prancis, memilih merotasi pemain karena tiket fase gugur sudah di tangan.
Meski begitu, Norwegia tampil biasa saja di sebagian besar babak pertama. Hingga gol Nusa tercipta, permainan Haaland dan kawan-kawan belum memberi ancaman berarti di sepertiga akhir. Martin Odegaard dan lini tengah kerap terlambat mengalirkan bola dan membuka celah serangan balik.
Pantai Gading justru sempat memberi tekanan. Nicolas Pepe terlihat aktif, mengirim satu umpan berbahaya dan hampir memanfaatkan bola dari Yan Diomande. Ghislain Konan juga sempat melepaskan tembakan ke sisi jaring gawang.
Gol pembuka Norwegia akhirnya lahir saat Odegaard memberi umpan ke Nusa. Lini belakang Pantai Gading memberi ruang, dan Nusa menuntaskan peluang lewat tembakan indah ke sudut atas gawang. Norwegia bahkan nyaris unggul lebih besar sebelum jeda, namun beberapa peluang gagal berbuah gol.
Pantai Gading meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Masuknya Amad Diallo dan Elye Wahi memberi dampak langsung. Amad mencetak gol penyama kedudukan lewat kerja sama cepat dengan Pepe, membuat laga kembali terbuka dan menegangkan.
Di tengah tekanan tersebut, Haaland kembali menunjukkan peran penting. Selain gol penentu, dia beberapa kali membantu pertahanan. Kiper Orjan Nyland juga berperan besar lewat penyelamatan krusial di menit akhir.
Gol kemenangan ini mengantar Haaland mencetak rekor sebagai pemain tercepat yang mencapai 60 gol internasional, hanya dalam 53 pertandingan. Norwegia pun bersiap menghadapi tantangan besar berikutnya, duel babak 16 besar melawan Brasil, yang akan mempertemukan Haaland dengan rival lamanya, Gabriel Magalhaes.