Serdadu Tridatu terus melancarkan tekanan sampai akhir babak pertama. Pertahanan Persija tetap solid sehingga skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persija kembali mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Mauricio Souza berupaya menggandakan keunggulan melalui skema cepat dengan Allano sebagai motor serangan.
Meski mendominasi sejumlah fase permainan, Persija belum mampu menambah gol hingga menit ke-70. Situasi berubah ketika Bali United mulai menemukan momentum di menit-menit akhir.
Tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang Persija yang dikomandoi Rizky Ridho bekerja ekstra keras. Di tengah situasi panas, sebuah suar menyala dari tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta sehingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Setelah laga dilanjutkan, Persija langsung bermain ofensif. Mauro Zijlstra dan Allano memperoleh peluang, tetapi belum berujung gol tambahan. Bali United memaksimalkan sisa waktu untuk mencari gol penyeimbang dan terjadi jual beli serangan di menit kritis.