Faris Ramli memang bukan eksekutor penalti utama Singapura. Dirinya maju sebagai algojo lantaran sang algojo andalan Safuwan Baharudin sudah dikartu merah sejak babak pertama.
"Saya tahu tim membutuhkan seseorang. Itu hanya naluri saya untuk mengambil bola dan melakukannya (penalti)," tutur Faris.
Dia mengaku sangat grogi saat berhadapan dengan Nadeo. Bahkan sudah terbesit di benaknya jika tendangannya akan digagalkan Nadeo.
"Bohong kalau saya bilang saya tidak memikirkan momen itu (penalti gagal). Itu terus berulang di kepala saya," kata Faris.
Faris Ramli bersyukur atas dukungan yang dia terima dari rekan satu timnya, keluarga dan teman-temannya. Dia kembali ke Singapura dan menghabiskan waktu bersama istrinya Nur Syahzanna dan putra mereka yang berusia tiga tahun Luth Na'el.
Sementara media sosialnya dibanjiri ejekan penggemar Indonesia. Posting terbarunya di Instagram memiliki hampir 15.000 komentar, sebagian besar dari penggemar Garuda. Tapi Faris Ramli menegaskan tidak terpengaruh sama sekali.