“Tidak. Itu masalah situasi. Semua bermula dari Piala Dunia Klub, kami tidak punya pramusim. Saat tidak memiliki pramusim, Anda akan menderita secara fisik. Kami berpikir dengan pergantian itu (pemecatan) kami bisa menyelesaikannya, tetapi itu hanya berlangsung sebentar, lalu mereka kembali runtuh,” kata Perez dikutip Diario AS.
Di tengah situasi tersebut, nama Jose Mourinho kembali dikaitkan dengan Real Madrid. Pelatih Benfica itu disebut menjadi kandidat kuat pengganti Alvaro Arbeloa.
Rumor tersebut semakin menguat setelah muncul laporan yang menyebut Mourinho sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Real Madrid. Perez pun tidak menutup kekagumannya kepada pelatih asal Portugal tersebut.
“Saya menyukai semua pelatih. Mourinho pernah bersama kami dan dia meningkatkan daya saing kami. Setelah masanya di sini, kami memenangkan enam Liga Champions dalam sepuluh tahun,” ujarnya.
Mourinho dinilai cocok menangani kondisi ruang ganti Real Madrid yang disebut mulai kehilangan disiplin. Namun, Perez membantah adanya konflik serius antarpemain di skuad Los Blancos.
“Tidak. Mereka baik-baik saja. Pertengkaran dalam latihan selalu terjadi. Coba tanyakan ke klub mana pun. Bedanya, klub lain tidak memiliki itikad buruk dari kampanye yang terorganisasi seperti ini,” ucap Perez.
Perez juga mengungkap selama 26 tahun menjabat presiden klub, insiden pemain saling pukul di latihan selalu terjadi setiap musim. Meski begitu, Real Madrid tetap menjatuhkan denda kepada Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde setelah proses disipliner internal klub selesai dilakukan.