Dia melihat Kudus memiliki fondasi pembinaan matang sebagai kota pertama penyelenggaraan, sementara Malang menunjukkan lonjakan jumlah dan kualitas pemain.
“Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun. Sementara Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik. Bahkan pemain final KU 12 diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang tampil di Kudus akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya,” tutup Timo.
MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 berlangsung pada 19–24 Mei 2026 di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, diikuti 1.391 siswi dari 89 MI dan SD yang terbagi dalam 66 tim KU 10 serta 64 tim KU 12. Sementara Malang Seri 2 bergulir pada 21–24 Februari 2026 di Stadion Gajayana dengan 2.161 siswi dari 122 MI dan SD, terbagi 82 tim KU 10 dan 116 tim KU 12.
Final Kudus KU 10 diwarnai gol-gol Nadya Alyssa Azzahra, Khasna Marsa Irsyad, Izzatunnisyafa Zahida Azzahra, dan Arla Manda Giunia. Di KU 12, SDN Jambean 02 Pati memastikan gelar lewat adu penalti menegangkan. Kapten tim, Faiha Talloi Carena mengungkapkan kegembiraannya.
“Kami tidak menyangka bisa merebut gelar juara KU 12. Itu tadi pertandingan yang sangat menegangkan tapi seru. Apalagi saat masuk ke babak penalti, kami deg-degan. Namun semua kerja keras kami terbayar dan kami jadi juara,” ujar Faiha.