Sebagai langkah preventif, I.League bahkan memutuskan untuk tidak menempatkan Persib dalam laga pembuka Super League. "Bukan hanya flare, tapi juga turun ke lapangan. Kalau hanya flare mungkin bisa ditoleransi, tapi ini lebih dari itu," tegasnya.
Meski ditolak, I.League tetap mengembangkan regulasi internal dengan membagi kategori rivalitas suporter:
Rivalitas Tinggi: Pertandingan seperti Persija vs Persib tetap tanpa kehadiran suporter tandang.
Rivalitas Sedang (Semi): Misalnya Persis Solo vs PSIM, masih dalam pengawasan ketat.
Tanpa Rivalitas: Suporter diizinkan hadir, selama tidak ada konflik sejarah antara klub yang bertanding.