Erick juga menyampaikan arahan Presiden agar persiapan dilakukan secara menyeluruh. Dia diminta segera berkoordinasi dengan kementerian terkait karena turnamen FIFA memerlukan dukungan lintas sektor.
Dia menjelaskan keterlibatan sejumlah kementerian menjadi syarat penting, mulai dari Kementerian Keuangan terkait pajak hingga Kementerian Kesehatan menyangkut standar layanan kesehatan selama turnamen berlangsung.
“Dan saya juga diminta segera mengomunikasikan ke semua kementerian karena kalau kejuaraan FIFA seperti ini sudah pasti mesti ada approval dari Menteri Keuangan mengenai pajak, Menteri Kesehatan mengenai kesehatan, dan lain-lainnya. Jadi, ini yang kita dukung,” ujar dia.
Erick menilai kesiapan lintas kementerian akan memperkuat posisi Indonesia di mata FIFA. Dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi faktor krusial dalam penunjukan tuan rumah ajang resmi federasi dunia.
Dia berharap FIFA segera mengambil keputusan dan mengumumkan tuan rumah secara resmi dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dalam berapa minggu ke depan kalau memang FIFA sudah memastikan siapa tuan rumahnya, tapi saya yakin kita bisa mendapat kesempatan yang baik,” jelas dia.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober. Jika terpilih, Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai negara Asia Tenggara yang dipercaya menggelar turnamen internasional di bawah naungan FIFA.