Fadly Alberto menjadi sorotan utama setelah melakukan aksi tendangan kungfu ke pemain Dewa United, Rakha Nurkholis. Momen itu menjadi titik krusial yang berujung pada hukuman berat dari Komdis PSSI.
Manajemen Bhayangkara FC tidak menutup mata atas tindakan yang dilakukan pemainnya. Mereka menyayangkan aksi tersebut, namun menilai insiden di lapangan tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
Yongky menyebut kejadian tersebut melibatkan banyak pemain dan situasi yang kompleks. Dia menilai keputusan Komdis belum sepenuhnya menggambarkan kronologi secara utuh.
"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," tegas Yongky.
Selain fokus pada Fadly Alberto, Bhayangkara FC juga menyoroti kondisi pemain mereka yang ikut terdampak dalam insiden tersebut. Klub merasa aspek ini belum menjadi pertimbangan utama dalam keputusan disiplin.
"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," imbuhnya.
Langkah banding yang diambil Bhayangkara FC menjadi upaya serius untuk mencari keadilan dalam kasus ini. Klub berharap proses lanjutan bisa menghasilkan keputusan yang lebih proporsional sesuai fakta di lapangan.