Ada di urutan pertama tentu saja media rights alias hak siar. Euro yang digelar dari 14 Juni hingga 14 Juli tak lain merupakan ajang unjuk gigi para pesepak bola terbaik saat ini. Kualitas permainan para aktor dalam mengolah si kulit bundar adalah jaminan mutu pertandingan sepak bola kelas dunia dengan segala macam dramanya.
“Euro sangatlah sulit, kompleks dan amat kompetitif. Buat saya, lebih sulit daripada Piala Dunia, meskipun bebannya berbeda. Di Euro, semua tim saling mengenal, karena kami sering bertanding melawan satu dan lainnya setiap saat. Selain itu, taktik tim banyak yang mirip,” ujar bintang Prancis Kylian Mbappe dilansir foxsports.
Pertunjukan di atas lapangan hijau menjadi magnet bagi jutaan pemuja sepak bola untuk terus berada di depan layar, baik televisi atau pun live streaming. Dan, bagi perusahaan media, Euro atau kompetisi sepak bola akbar lainnya menggaransi jangkauan penonton yang luar biasa luas.
Dikutip dari situs resmi UEFA, pendapatan dari penjualan hak siar baik televisi maupun channel yang menayangkan live streaming, menempati urutan pertama dari total revenue Euro 2024.
Nilai hak siar Euro 2024 mencapai 1,135 miliar euro atau sekitar Rp19,975 triliun. Rekening UEFA makin menggemuk dengan pendapatan yang diraih dari sponsor global.