Haaland menilai pencapaian ini membuat segalanya terasa sebagai bonus.
“Ini luar biasa, sekarang semuanya terasa seperti bonus. Sekarang kami bisa bermain lebih rileks dan menikmati momen ini karena saya rasa kami tidak akan pernah merasakan perasaan seperti ini lagi,” ujarnya.
Pantai Gading mampu meredam pergerakan Haaland hampir sepanjang pertandingan. Namun, pengalaman banyak lini belakang Eropa dan dunia kembali terulang, satu sentuhan penyerang berusia 25 tahun itu cukup mengubah hasil laga.
Rekan setimnya, Patrick Berg, menyoroti naluri tajam Haaland.
“Itulah hal tentang dia,” kata Berg.
“Dia bisa menunggu sepanjang pertandingan, dan saat momen itu datang, dia selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dia penyerang kelas atas, dan kami sangat senang memilikinya di tim ini.”
Laga berjalan berat bagi Norwegia. Mereka unggul lebih dulu lewat gol indah Antonio Nusa, sebelum Pantai Gading menyamakan skor pada menit ke-74 melalui Amad Diallo. Tekanan demi tekanan membuat margin kemenangan terasa sangat tipis.
Berg mengaku emosinya campur aduk saat gol kemenangan tercipta. “Saya merasakan semuanya pada saat yang sama. Semua emosi,” ujar dia.