Menurut Erick, pengalaman Kanada menunjukkan pentingnya keberanian dalam memberikan ruang kepada talenta muda untuk berkembang di level tertinggi.
"Kita bisa belajar dari track record Kanada. Waktu itu Alphonso Davies dan kawan-kawan diberi kesempatan sejak dini, akhirnya mereka mendapatkan jam terbang yang tinggi dan mampu bersaing di level dunia," katanya.
Erick menegaskan pola serupa sedang dibangun di Indonesia. Namun dia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemain muda dan senior di dalam tim.
Pemain senior dinilai tetap memiliki peran vital, bukan hanya di lapangan, tetapi juga sebagai pembimbing bagi para pemain muda yang sedang meniti karier di level internasional.
"Pola seperti ini yang sedang kita bangun di Indonesia. Tentu, kita harus tetap menjaga keseimbangan. Pemain senior tetap memiliki peran yang sangat vital untuk membimbing adik-adiknya dan memberikan kontribusi terbaik mereka di lapangan," tuturnya.
Dua laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik akan menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk mengukur perkembangan skuad sekaligus memberi pengalaman berharga kepada para pemain muda yang mulai mendapat kepercayaan di Timnas Indonesia.