Sumber yang sama juga mengaitkan Vietnam dalam proses pengaduan itu. "Vietnam mengajukan pengaduan, tetapi dokumen-dokumen itu berasal dari orang-orang suruhan Erick Thohir," tutur sumber itu.
Hingga kabar ini beredar, Erick belum memberikan respons terbaru. Tudingan tersebut menambah panas dinamika sepak bola Asia Tenggara.
Sebelumnya pada September 2025, Erick pernah membantah keterlibatan dalam polemik dokumen pemain naturalisasi Malaysia. Dia menegaskan sikap Indonesia tidak mencampuri urusan federasi negara lain.
“Kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” ujar Erick.
Dia juga menekankan komitmen untuk fokus memajukan olahraga nasional. “Dan kita tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara. Tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju. Ingin sepak bolanya bagus, ingin bulutangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia, olahraga-olahraga kita ingin maju, ya kita harus lakukan itu,” tegasnya.
Kasus ini masih menjadi sorotan publik sepak bola kawasan. Sanksi FIFA terhadap FAM serta tudingan kepada Erick Thohir kini menjadi perhatian luas di Asia Tenggara.