"Siapa yang waktu itu ke Thailand, ya? (Piala AFF U-23). Kamu ingat permainan mereka?" tanya Erick kepada pemain Garuda Muda.
"Nah di sini kita tuan rumah, kita harus berani main keras tapi bukan buat mencederai ya. Mereka (Vietnam) sudah tiga kali main di final, dua kali juara. Tapi ingat ini game keras, jadi kita harus fokus 90 menit," tegas Erick lagi.
Pesan dari Erick bukan tanpa alasan. Ia menilai kunci keberhasilan di partai final bukan hanya soal taktik dan strategi, tapi juga kekuatan mental dan kepercayaan diri. Vietnam dikenal sebagai tim yang disiplin dan kuat secara teknis, sehingga butuh konsentrasi penuh untuk mengalahkan mereka.
Selain itu, Erick berharap para pemain mampu menjadikan dukungan puluhan ribu penonton di SUGBK sebagai suntikan semangat, bukan tekanan. Ia ingin atmosfer rumah sendiri menjadi kekuatan tambahan, bukan beban mental.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia U-23 untuk kembali mencatat sejarah. Terakhir kali Merah Putih meraih gelar Piala AFF U-23 adalah pada tahun 2019 di bawah asuhan Indra Sjafri, usai menumbangkan Thailand 2-1 di final.
Kini di tangan pelatih baru dan generasi baru seperti Jens Raven, harapan rakyat Indonesia kembali bertumpu pada Garuda Muda. Pesan dari Erick Thohir jelas: tampil dengan mental baja, bermain keras namun fair, dan jangan sia-siakan momen emas ini di hadapan pendukung sendiri.