Marco Giampaolo bukan nama asing di sepak bola Italia. Dia pernah menangani sejumlah klub besar seperti Cagliari, Sampdoria, Empoli, Torino, hingga AC Milan.
Meski kariernya di AC Milan berlangsung singkat hanya tujuh pertandingan, pengalaman panjangnya di Serie A menjadi nilai tambah bagi Cremonese.
Selain itu, Giampaolo juga memiliki kedekatan dengan klub. Dia pernah melatih Cremonese pada musim 2014/2015, sehingga dinilai memahami karakter tim.
Saat ini, dia juga berstatus tanpa klub, membuat proses negosiasi berpotensi berjalan cepat jika manajemen resmi memecat Nicola.
Di sisi lain, performa buruk Cremonese menjadi alasan utama keputusan drastis ini. Dalam 15 pertandingan terakhir, tim gagal meraih kemenangan dengan rincian 11 kekalahan dan empat hasil imbang.
Catatan tersebut membuat Cremonese terperosok ke posisi ke-18 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin dari 29 pertandingan.
Jika situasi tidak segera berubah, peluang bertahan di Serie A semakin tipis. Pergantian pelatih pun dianggap sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan musim mereka.