Korea Utara dikenal memberi perhatian besar pada pembinaan sepak bola usia muda. Program tersebut membuat tim nasional mereka secara konsisten memiliki pemain dengan usia relatif muda.
Seluruh pemain yang dibawa ke Piala Asia Wanita kali ini diyakini masih berusia di bawah 30 tahun. Komposisi tersebut menunjukkan fokus mereka pada regenerasi dan pengembangan pemain.
Performa Korea Utara di turnamen ini sebenarnya cukup meyakinkan sebelum insiden terjadi. Pada pertandingan pembuka, mereka berhasil mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-0.
Tidak berhenti di situ, Korea Utara juga menunjukkan dominasi saat menghancurkan Bangladesh dengan kemenangan telak 5-0.
Hasil tersebut membuat mereka tampil sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam turnamen. Namun insiden protes keras terhadap wasit saat menghadapi China menjadi sorotan besar dalam perjalanan mereka di Piala Asia Wanita kali ini.