Setelah hasil investigasi keluar, NAC Breda berharap adanya laga ulang sebagai bentuk keadilan atas hasil pertandingan.
Namun, Eredivisie CV mengambil keputusan berbeda. Mereka menilai penyelenggaraan ulang pertandingan justru berpotensi mengganggu stabilitas kompetisi.
“Dalam konteks penyeimbangan kepentingan yang harus dilakukan oleh dewan kompetisi, dewan kompetisi berpendapat tidak dapat diterima jika ketidakpastian di luar domain olahraga dan regulasi menyebabkan gangguan kompetisi,” demikian pernyataan resmi Eredivisie, dikutip dari Voetbal Primeur, Kamis (9/4/2026).
“Selain itu, hal ini juga dapat merugikan semua klub,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan ini membuat NAC Breda belum puas. Klub yang saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen Eredivisie 2025-2026 itu masih membuka peluang untuk mengambil langkah lanjutan.
Laporan Voetbal Primeur menyebut NAC Breda mempertimbangkan opsi berikutnya sebagai respons atas keputusan tersebut.