Pelatih asal Brasil berusia 53 tahun itu mengatakan Borneo FC tampil lebih agresif setelah jeda. Timnya berupaya menekan lawan demi meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan.
“Pertandingan berjalan sangat seimbang dan di menit-menit akhir kami bahkan mencoba situasi yang sedikit lebih agresif dan berani untuk mencari kemenangan,” jelasnya.
“Sayangnya kami tidak berhasil mencetak gol. Sekarang situasinya memang menjadi sedikit lebih sulit, tetapi belum mustahil, karena semuanya belum berakhir,” imbuhnya.
Borneo FC akan menjalani laga terakhir Super League 2025-2026 melawan Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).
Pertandingan tersebut menjadi penentuan terakhir bagi Borneo FC untuk menjaga asa juara. Mereka wajib meraih kemenangan sambil berharap Persib gagal mendapatkan hasil maksimal pada pekan pamungkas.