"Saya berdiri dan mulai meneriakinya. Kemudian saya melihat Ryan Giggs berdiri tepat di belakang bos. Saya menatap matanya. Dia menggelengkan kepalanya ke arah saya. Saya bisa melihat dia berkata 'jangan lakukan itu - duduk!'. Tiba-tiba saya duduk, semua orang di ruang ganti gugup. Saya gugup, ada air mata di mata saya," ujarnya.
Namun amarah Ferguson hanya sebatas profesionalisme di dunia sepak bola. Keesokan harinya mereka kembali bertegur sapa di arena latihan.
Mereka saling meminta maaf dan tak ada dendam. Hingga kini hubungan keduanya baik-baik saja.
"Keesokan harinya saya memastikan saya berlatih lebih dulu daripada yang lain. Itu mudah karena saya tidak tidur sama sekali. Saya menunggu Fergie untuk sampai ke tempat latihan dan saya meminta maaf kepadanya. Dia meletakkan tangan di bahu saya dan berkata 'tidak masalah'," tuturnya.
“Dia mengakui dia juga melewati batas, dan mengatakan kepada saya dia telah menonton pertandingan setelah itu dan menyadari dia seharusnya tidak membentak saya. Dia bilang 'apa kita masih berteman?' Saya berkata 'tentu saja, bos'," ucapnya.
Kuszczak sendiri berada di bawah mistar gawang MU periode 2006-2011. Namun dia lebih banyak duduk di bangku cadangan dan menjadi pelapis Edwin van der Sar.
Meski demikian Kuszczak turut merasakan nikmatnya juara Liga Inggris tiga kali. Dia juga menjadi bagian dari skuat MU yang memenangkan Liga Champions 2008.