Ronny Pangemanan menilai kehadiran Dean Zandbergen akan memberi dampak besar bagi lini serang Timnas Indonesia. Dia juga menyinggung potensi duet dengan pemain lain.
"Kita akan tunggu. Kalau dia datang, berarti kita akan sangat kuat di depan. Sebelumnya kita kan sudah mendengar ada pemain depan lain yang bermain di Macarthur FC, Australia, Luke Vickery, yang juga punya darah Indonesia," ujar Ropan.
"Jika keduanya datang, kita akan sangat mewah di lini serang, karena Ole Romeny sudah bermain lebih ke belakang dan itu sangat mengenakkannya."
"Nah, jika ada striker nomor 9 di depannya, karena Ole lebih bagus di nomor 10, ini akan sangat bagus di sektor penyerangan untuk tim nasional kita," lanjutnya.
Masalah kekurangan striker memang sudah lama menjadi pekerjaan rumah Timnas Indonesia. Kondisi ini sudah terjadi sejak era pelatih Shin Tae-yong hingga Patrick Kluivert.
Dalam waktu dekat, tim asuhan John Herdman akan menghadapi agenda penting FIFA Matchday pada 1 hingga 9 Juni mendatang.
"Kita akan menghadapi FIFA matchday pada Juni, tanggal 1 sampai 9 yang akan datang. Ya, bisa saja. Jika cepat diurus, Dean Zandbergen bisa tersedia pada Juni untuk bermain di FIFA matchday," ujar Ropan.
"PSSI perlu gerak cepat untuk mendatangkan pemain-pemain depan yang sudah diincar sebelumnya. Pasti ada dua pemain ini. Kalau enggak Dean Zandbergen, ya Luke Vickery."
"Dean Zandbergen masih 24 tahun. Skill dan tekniknya bagus. Tingginya juga baik untuk memotong bola-bola atas, dengan 188 centimeter. Punya tembakan kaki kiri dan kaki kanan sangat bagus. Ketenangan dia, visi atau reading games bagus sekali," pungkas Ropan.
Dengan performa yang terus menanjak, Dean Zandbergen kini menjadi salah satu kandidat paling kuat untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat.