Masalah lain juga muncul pada fasilitas tim. Kendaraan operasional tim dilaporkan telah ditarik. Selain itu, pemain asing menerima pemberitahuan terkait kewajiban mengosongkan tempat tinggal akibat pembayaran yang belum diselesaikan.
Situasi semakin kompleks saat sesi latihan tidak bisa berjalan normal. Dalam beberapa kesempatan, tim tidak dapat menggunakan lapangan latihan karena kendala fasilitas yang tidak tersedia.
Para pemain menilai kondisi tersebut sudah berada di titik mengkhawatirkan. Upaya komunikasi dengan manajemen klub juga belum membuahkan hasil hingga saat ini.
"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritis. Kami juga telah beberapa kali coba menghubungi manajemen klub untuk memperoleh kejelasan mengenai situasi ini. Namun, hingga saat ini, panggilan dan pesan kami belum mendapatkan tanggapan, sehingga tidak ada komunikasi maupun arahan yang jelas," bunyi isi surat tersebut.
Para pemain berharap ada campur tangan dari pihak terkait agar masalah dapat diselesaikan secara profesional. Mereka menginginkan solusi yang menjaga stabilitas tim serta masa depan karier para pemain.
"Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan bimbingan Anda untuk membantu menyelesaikan masalah ini secara profesional dan penuh hormat, sehingga semua pihak dapat bergerak maju dengan cara yang positif dan stabil."