Ricky juga menilai kritik tetap dibutuhkan selama bersifat membangun dan tidak memecah konsentrasi tim dalam kompetisi panjang.
“Tentu saja pasti ada kritik, tapi saya sangat yakin bahwa kritik yang diberikan adalah kritik yang membangun supaya bagaimana Persis bisa kembali ke jalur yang seharusnya yaitu kembali pada Super League,” sambungnya.
Sebelum bergabung dengan Persis, Ricky Nelson menjabat Direktur Teknik Akademi Persija Jakarta. Peran tersebut memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang fokus pada pengembangan tim dan struktur jangka panjang.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2017 sebagai pelatih interim Borneo FC Samarinda. Setelah itu, dia menjadi pelatih kepala Persika Karawang selama satu musim.
Ricky sempat menangani Sulut United pada musim 2020/2021 dan melanjutkan kiprahnya bersama Persipura Jayapura sebelum menerima tantangan baru di Solo.
Dengan pengalaman lintas level kompetisi, Ricky Nelson kini membawa harapan besar bagi Persis Solo untuk segera bangkit dan kembali bersaing di Super League.