Kraay mengungkapkan saran yang kemungkinan diberikan kepada Maarten oleh Oscar Garcia berdampak langsung pada performanya di lapangan.
"Saya harap (Oscar) García berkata kepadanya: ‘Saya juga suka membangun serangan, dengan latar belakang saya di Barcelona, tetapi berhentilah mencoba bunuh diri sejenak, Maarten' Itu berhasil, karena jika dia bisa membangun serangan, dia melakukannya," ungkap Kraay dikutip dari Voetbal Primeur, Kamis (19/3/2026).
"Dan jika tidak, seluruh tim ikut serta dan umpan panjang sederhana pun dimainkan," sambungnya.
Pendekatan tersebut terlihat jelas saat menghadapi Sparta Rotterdam. Maarten tampil lebih sederhana dalam distribusi bola dan tidak memaksakan build-up berisiko tinggi.
Secara statistik, penampilannya cukup solid. Dia mencatat satu penyelamatan penting dan dua kali melakukan 'runs out' untuk memotong pergerakan lawan.
Selain itu, dia juga membukukan 12 recoveries serta akurasi umpan mencapai 54 persen atau 19 dari 35 percobaan. Berdasarkan data Sofascore, dia mendapat nilai 6,7 atas performanya.
Performa ini menjadi titik balik penting bagi Maarten Paes. Setelah dihantam kritik, dia kini mulai menunjukkan adaptasi dan potensi untuk berkembang di Ajax Amsterdam.