Dengan tiga gelar dunia beruntun, Hashimoto kini sejajar dengan legenda senam Jepang, Kohei Uchimura, yang pernah mendominasi dunia senam putra pada era sebelumnya. Performa impresifnya di Jakarta menjadi bukti bahwa Jepang masih menjadi kekuatan besar dalam dunia senam artistik.
Bagi publik Indonesia, penampilan Hashimoto di Indonesia Arena juga meninggalkan kesan mendalam. Ribuan penonton yang hadir memberikan tepuk tangan meriah atas performanya yang nyaris tanpa cela. Kemenangan ini tak hanya menegaskan superioritas Hashimoto di dunia senam, tetapi juga menginspirasi banyak pesenam muda Asia untuk bermimpi mencapai level tertinggi.
Ke depan, Hashimoto bertekad mempertahankan momentum positif ini untuk menghadapi kompetisi berikutnya, termasuk persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan mental juara dan semangat yang tak pernah padam, dunia senam tampaknya belum akan menemukan akhir dari dominasi Daiki Hashimoto.