Lini tengah juga mengalami perampingan signifikan. Nama-nama seperti duo Persib Bandung Marc Klok dan Eliano Reijnders gagal mempertahankan tempatnya. Herdman memilih opsi lain demi keseimbangan permainan dan kebutuhan taktik.
Sektor penyerangan menjadi area dengan sorotan paling tajam. Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Hokky Caraka, Ramadhan Sananta, hingga Jens Raven harus menerima keputusan pahit. Herdman menilai komposisi penyerang yang dipilih lebih sesuai dengan rencana permainan menghadapi dua lawan berbeda karakter.
Beberapa pemain muda juga ikut tersingkir, termasuk Brian Fatari, Fajar Fathurrahman, dan Rivaldo Pakpahan. Persaingan ketat membuat ruang kesalahan sangat kecil, terutama menjelang agenda internasional penting.
Langkah mencoret 22 pemain ini menegaskan keseriusan Herdman membangun skuad kompetitif. Fokus utama diarahkan pada peningkatan peringkat FIFA serta persiapan jangka panjang menuju Piala Asia 2027.
Muhamad Riyandi, Cahya Supriadi, Alfharezzi Buffon, Brian Fatari, Fajar Fathurrahman, Hokky Caraka, Jay Idzes (cedera), Wahyu Prasetyo, Yance Sayuri, Arkhan Fikri, Egy Maulana Vikri, Jordi Amat, Marc Klok, Ricky Kambuaya, Rivaldo Pakpahan, Tim Geypens, Witan Sulaeman, Eliano Reijnders, Eksel Runtukahu, Ramadhan Sananta, Jens Raven, Rizky Eka Pratama.