Situasi berbeda justru mengiringi hengkangnya Hansamu Yama. Bek tengah berusia 31 tahun tersebut sebelumnya tidak menunjukkan tanda akan meninggalkan Persija Jakarta, sehingga kepindahannya memunculkan tanda tanya besar di kalangan pendukung.
Bagi Persija Jakarta, kehilangan dua pemain tersebut jelas bukan keputusan ringan. Rio Fahmi dan Hansamu Yama selama ini menjadi bagian penting dalam rotasi dan kedalaman skuad, terutama di sektor pertahanan.
Langkah melepas Rio Fahmi dan Hansamu Yama berkaitan erat dengan strategi manajemen pada bursa transfer paruh musim. Persija Jakarta mendatangkan pemain baru di posisi yang sama guna memperkuat komposisi tim.
Di sektor bek kanan, Persija Jakarta merekrut Fajar Fathurrahman. Pemain muda tersebut didatangkan dengan status bebas transfer dari Borneo FC untuk menambah opsi di sisi pertahanan.
Sementara di jantung pertahanan, Macan Kemayoran memperkuat lini belakang dengan mendatangkan Paulo Ricardo. Bek asal Brasil tersebut diplot mengisi peran bek tengah yang sebelumnya diisi Hansamu Yama.
Untuk tujuan berikutnya, Rio Fahmi santer dikabarkan akan bergabung dengan Arema FC. Di sisi lain, Hansamu Yama disebut-sebut segera kembali memperkuat Persebaya Surabaya, klub yang pernah menjadi bagian penting dalam karier dia.