Usai peluit akhir, momen lain mencuri perhatian. Sejumlah suporter RD Kongo terdengar meneriakkan nama Lionel Messi saat Ronaldo berjalan menuju lorong pemain.
Ronaldo memilih tetap tenang. Dia melangkah tanpa reaksi berlebihan, sempat menyapa penonton, lalu berbagi momen singkat dengan seorang penggemar yang masuk ke lapangan.
Bagi tim asuhan Roberto Martinez, hasil ini terasa pahit. Portugal datang ke turnamen dengan status unggulan, tetapi gagal mengunci kemenangan meski sempat unggul lebih dulu.
Dari sisi individu, Ronaldo menutup laga dengan dua percobaan tembakan yang melenceng. Dia bermain penuh 90 menit, namun pengaruhnya di area berbahaya lawan tidak maksimal.
Catatan tersebut memperpanjang periode tanpa gol Ronaldo di turnamen besar. Tekanan publik pun meningkat, terutama karena perbandingan dengan performa impresif Messi di laga pembuka Argentina.
Meski demikian, sikap Ronaldo setelah pertandingan menonjol. Di tengah sorakan dan kritik, dia tetap menunjukkan ketenangan, sementara RD Kongo merayakan hasil imbang bersejarah melawan salah satu raksasa sepak bola dunia.