Menurut Chivu, timnya juga kurang memiliki dinamika permainan. Milan lebih banyak bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
“Kami kekurangan dinamika permainan, Milan bertahan dan menunggu kami lalu melakukan serangan balik. Kami harus meningkatkan permainan dan menaikkan tempo," ucapnya.
Chivu juga menyoroti performa dua penyerang mudanya yang tampil dalam pertandingan tersebut. Meski belum tampil optimal, dia menilai pengalaman tersebut penting bagi perkembangan mereka.
“Kami sebenarnya bisa tampil lebih baik. Para penyerang masih muda, mereka tidak melakukan apa yang biasanya kami harapkan, tetapi itu bukan alasan. Saya senang dengan usaha mereka karena hanya mereka yang tersedia. Untuk dua pemain muda seperti mereka, ini pengalaman yang berharga,” katanya.
Selain kekalahan di derby, Inter juga sempat bermain imbang 0-0 melawan Como pada semifinal Coppa Italia. Mereka juga tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari klub Norwegia Bodo/Glimt pada babak play-off.