Namun 10 tahun setelah kisah bersejarah tersebut, Leicester justru mengalami kemunduran besar. Klub berjuluk The Foxes itu kini terdegradasi ke divisi ketiga Liga Inggris.
“Di Inggris, Leicester dikenal sebagai klub yo-yo karena sering naik turun divisi. Sangat disayangkan mereka sekarang turun ke divisi ketiga,” kata Ranieri.
“Saya akan segera pergi ke Leicester untuk perayaan 10 tahun gelar Liga Inggris. Para suporter ingin menghidupkan kembali atmosfer luar biasa saat itu,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ranieri juga membahas Enzo Maresca. Pelatih muda Italia itu disebut beberapa kali meminta masukan kepada dirinya sebelum menerima pekerjaan di Leicester City maupun Chelsea.
“Maresca salah satu pelatih muda paling menjanjikan yang kami miliki. Saya berharap dia tetap bertahan di Inggris,” ujar Ranieri.