Pemilik Liverpool dan lima tim Liga Inggris lain telah setuju ambil bagian dalam kompetisi tengah pekan itu. Kebijakan tersebut dianggap sebagai sebuah pengkhianatan besar pada warisan klub dan sejarah The Reds.
Gelombang protes tak cuma terjadi setelah pertandingan melawan Leeds. Sebelum kickoff digelar, puluhan suporter mendatangi Elland Road untuk menghentikan bus pemain Liverpool. Sebagian dari mereka membakar jersey, memasang spanduk berisi penolakan ESL, bahkan menerbangkan pesan #SayNoToSuperLeague dengan pesawat.
Leeds United tak membuang momentum ini untuk ikut mengkritik wacana menggelar kompetisi ESL yang digagas klub asal Merseyside Liverpool bersama 11 tim elit Eropa lain. Dalam sebuah postingan di media sosial, Leeds menyelipkan bahasa satire saat mengabarkan hasil pertandingan.
“Leeds United menahan tim Super League Merseyside Reds dengan skor imbang 1-1 setelah menyamakan kedudukan lewat gol Diego Llorente,” tulis Leeds United.
Seperti ramai diberitakan, Liverpool bersama 11 tim elit Eropa lain setuju menandatangani proposal kompetisi ESL. Selain The Reds, tim yang ambil bagian adalah AC Milan, Arsenal, Atlético Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.