Calvin mengakui dirinya memiliki karakter berbeda. Pemain LOSC Lille tersebut merasa tidak selalu memiliki energi untuk melayani penggemar setelah latihan.
"Saya tidak selalu bersemangat. Terkadang saya ingin langsung pergi setelah latihan. Maarten tidak. Baik atau buruk, dia selalu memberi mereka tanda tangan atau foto," tutur Calvin.
Sikap konsisten Maarten dalam menyapa dan melayani fans membuat namanya semakin melejit. Dia dinilai tidak membeda-bedakan situasi saat bertemu pendukung.
Terlepas dari perbedaan karakter, keduanya menjadi bagian penting di lini pertahanan Timnas Indonesia. Dengan pengalaman bermain di Eropa, mereka membawa jam terbang tinggi ke Skuad Garuda.